Hai
bloggers, kalian pasti udah pernah dengerin kata broken home ya? Ya aku disini
mau cerita banyak soal broken home, broken home menurutku itu adalah sebuah
keluarga yang mengalami kegagalan dalam keluarganya dan anak menjadi
sasarannya.
Ya
waktu itu aku masih kecil, aku mempunyai 2 saudara dan saat itu kedua
orangtuaku mengalami konflik besar sampai keduanya berpisah atau sering sekali
dikenal bercerai. Waktu itu ibuku pergi jauh di luar negeri, aku menangis saat
ditinggal kerja ibuku karena aku masih sangat membutuhkan perhatian sosok ibu.
Umur
9tahun, menginjak kelas 4 SD bapak dan ibu merundingkan surat cerai. Saat itu
jam 12 malam, aku terbangun dan mendengarkan perbincangannya. Aku menangis aku
gak bisa apa-apa karena saat itu aku masih kecil, masih belum bisa melawan.
Bapak pergi, bapak kecewa dengan semuanya, akhirnya aku harus kehilangan
keutuhan sosok keluarga.
Terkadang
aku merasa iri sama teman-teman karena setiap mengambil hasil raport sekolahan,
simbah yang selalu mengambilkan dan disaat itulah aku merasa beda, aku merasa
gak seberuntung teman-temanku, aku merasa gak sebahagia teman-temanku yang bisa
menceritakan segala hal ceritanya ke Bapak dan Ibunya.
Kelas
6, Ibu menikah lagi. Aku punya bapak tiri deh, waktu akad nikah mereka aku
pergi aku gak mau lihat acara pernikahan itu karena aku gak mau punya bapak 2,
aku maunya 1 dan itu bapak kandungku.
Lama
kelamaan, yang awalnya panggil Om sekarang panggilnya bapak juga, karena
ternyata bapak tiri itu tidak seburuk yang seperti di sinetron yang jahat dan
berani sama anak tiri. Aku mulai menghargai bapak tiriku, aku mulai untuk
menyayanginya seperti aku menyayangi bapak kandungku karena bapak tiriku juga
yang akan memberi nafkah aku dan saudaraku walaupun hanya sekedar anak tiri.
Dulu
sempet ngerasa hidupku itu gak penting lagi, udah ngerasa hidupku amburadul dan
serba apalah yang gak ada artinya, pernah mau bunuh diri, pernah mau minggat
dari rumah tapi itu semua hilang karena aku sadar hidup itu pilihan dan orang
besar itu cobaannya besar J

0 komentar:
Posting Komentar