Selasa, 14 Juni 2016

BROKEN HOME


Hai bloggers, kalian pasti udah pernah dengerin kata broken home ya? Ya aku disini mau cerita banyak soal broken home, broken home menurutku itu adalah sebuah keluarga yang mengalami kegagalan dalam keluarganya dan anak menjadi sasarannya.
Ya waktu itu aku masih kecil, aku mempunyai 2 saudara dan saat itu kedua orangtuaku mengalami konflik besar sampai keduanya berpisah atau sering sekali dikenal bercerai. Waktu itu ibuku pergi jauh di luar negeri, aku menangis saat ditinggal kerja ibuku karena aku masih sangat membutuhkan perhatian sosok ibu.
Umur 9tahun, menginjak kelas 4 SD bapak dan ibu merundingkan surat cerai. Saat itu jam 12 malam, aku terbangun dan mendengarkan perbincangannya. Aku menangis aku gak bisa apa-apa karena saat itu aku masih kecil, masih belum bisa melawan. Bapak pergi, bapak kecewa dengan semuanya, akhirnya aku harus kehilangan keutuhan sosok keluarga.
Terkadang aku merasa iri sama teman-teman karena setiap mengambil hasil raport sekolahan, simbah yang selalu mengambilkan dan disaat itulah aku merasa beda, aku merasa gak seberuntung teman-temanku, aku merasa gak sebahagia teman-temanku yang bisa menceritakan segala hal ceritanya ke Bapak dan Ibunya.
Kelas 6, Ibu menikah lagi. Aku punya bapak tiri deh, waktu akad nikah mereka aku pergi aku gak mau lihat acara pernikahan itu karena aku gak mau punya bapak 2, aku maunya 1 dan itu bapak kandungku.
Lama kelamaan, yang awalnya panggil Om sekarang panggilnya bapak juga, karena ternyata bapak tiri itu tidak seburuk yang seperti di sinetron yang jahat dan berani sama anak tiri. Aku mulai menghargai bapak tiriku, aku mulai untuk menyayanginya seperti aku menyayangi bapak kandungku karena bapak tiriku juga yang akan memberi nafkah aku dan saudaraku walaupun hanya sekedar anak tiri.

Dulu sempet ngerasa hidupku itu gak penting lagi, udah ngerasa hidupku amburadul dan serba apalah yang gak ada artinya, pernah mau bunuh diri, pernah mau minggat dari rumah tapi itu semua hilang karena aku sadar hidup itu pilihan dan orang besar itu cobaannya besar J

0 komentar:

Posting Komentar