Hai
bloggers, ketemu lagi nih sama aku yang gak bisa hidup tanpa cerita pasti ada
aja yang mau diceritain. Hari ini aku mau cerita tentang nenekku. Iya nenekku,
beliau adalah pengganti sosok Ibu bagiku, kenapa? Karena selama ini nenek yang
mengurusiku dari kecil sampai aku berumur 20tahun ini.
Nenek
adalah ibunya ibuku jadi dari keluarga ibuku karena nenek dari bapak sudah
meninggal. Dulu waktu simbah kakung (Alm) masih hidup, dirumah itu rame sekali
karena aku, mbakku, adikku, dan simbah putri jadi satu rumah. Simbah kung
meninggal waktu aku kelas 5 SD, saat itu simbah meninggal tepatnya tahun 2005.
Mulai
itu juga aku tinggal hanya berempat karena simbah kakung sudah tidak ada. Tahun
berganti tahun, umur berganti umur. Mbakku sudah lulus SMK, bekerja di luar
negeri tepatnya di Taiwan, dirumah tinggal simbah putri aku dan adikku. Saat
kuliah, akupun mulai pulang setiap seminggu hanya sabtu dan minggu jadi dirumah
hanya ada simbah putri dan adik.
Kita
semua sayang sama simbah putri, karena simbah yang menggantikan kedudukan sosok
ibu buat kami, karena Ibuku dan bapak tiriku bekerja di Jakarta dan harus
tinggal di Jakarta pulang kalau waktu libur panjang atau lebaran saja.
Bagi
simbah kita juga orang yang penting karena anak simbah udah mempunyai kehidupan
sendiri-sendiri jadi temannya hanya saya dan adik saya. Saking guletnya sama
simbah, dulu panggil simbah itu ibuk karena simbah juga ibu buat saya. Karena
di marahin sama saudara simbah, kita akhirnya mencoba memanggil simbah itu dengan
panggilan simbah J
Simbah
selalu mengajarkan kebaikan, selalu mengajak shalat, mengaji menjadi anak yang
baik sholeh/sholeha. Simbah selalu berpesan seperti itu dimanapun cucunya
berada. Simbah tunggu kesuksesan kita ya, Mbah biar simbah juga tau kalau kita
semua bisa seperti ini karena kasih sayang simbah :’)
Semoga
simbah saya selalu diberikan umur panjang dan kesehatan sampai saya bisa
membalas semua jasa simbah saya. We love you, Mbah Tarmi J

0 komentar:
Posting Komentar